Pages

Rabu, 15 Desember 2010

Sahabat


Sahabat adalah seseorang yang ada disaat kita membutuhkan bantuannya, yang ada disaat kita sedih, kita senang dan semuanya. sahabat sejati bukanlah sahabat yang bisa meninggalkan persahabatannya demi alasan apapun. ada yang bilang sahabat itu seperti sejarah yang perlu kita kenang dan tidak bisa kita lupakan. sahabat juga bukan barang yang sewaktu-waktu bisa kita tinggalkan begitu saja, tetapi sahabat seperti udara yang jika kita tidak menghirupnya, kita bisa tidak berdaya. apa yang kamu lebih pentingkan persahabatan atau pacaran? jika saya, saya akan menjawab: "friendship is better than relationship". mengapa begitu? karna di dalam yang namanya persahabatan itu tidak mengenal yang namanya mantan sahabat. sahabat juga bisa menjadi motivator untuk kita, banyak hal-hal positif yang bisa kita dapatkan dari persahabatan. kita cenderung bisa terbuka terhadap terhadap sahabat kita dibandingkan orang lain bahkan orang tua kita sendiri. dalam persahabatan juga, walaupun kita beda ras, suku, agama, ataupun yang lainnya, kita bisa menjalani persahabatan. sahabat juga bukan seseorang yang sewaktu-waktu bisa menusuk kita dari belakang. sahabat adalah seseorang yang bisa mengajari kita tentang pandangan hidup kita terhadap sesuatu.  "believe your best friend and she or he will show you how to feel this world".

Rabu, 17 November 2010

Hidup


Hidupku ini adalah hidupku, bukan hidupmu.
Jalanku ini adalah jalanku, bukan jalanmu.
Kita mempunyai pikiran yang berbeda, latar belakang berbeda, sifat yang berbeda pula.
Jalanilah hidupmu selayaknya kamu menjalaninya.
Nikmatilah hidupmu selayaknya kamu bermain, seperti seseorang yang tidak mempunyai beban
Jalanilah hidupmu seperti air yang mengalir.
Jalanilah hidupmu dengan senyuman, senyuman yang indah yang terpancar dari wajahmu.
Tak ada lagi ratapan kesedihan, yang terpancar dari wajahmu
Bersihkanlah hatimu, jagalah hatimu selayaknya kamu menjaga kristal

Sabtu, 25 September 2010

Moga Bunda Disayang Allah



Senyap. Gelap. Hitam. Melati menatap ke arah jutaan kunang-kunang yang terbang.
Sayang, gadis kecil itu tidak akan pernah melihatnya……
Melati, bocah berumur enam tahun yang menggemaskan, berambut ikal, berpipi tembam, bermata hitam bagai buah leci, yang seharusnya bisa bermain, bisa melihat indahnya kehidupan, tapi tidak baginya. Dia hanya melihat gelap, tidak ada warna. Dia hanya mendengar senyap, tidak ada suara.
Setelah piring terbang, brisbee, menghantam dahinya, putus semua kesenangan. Liburan yang menyenangkan di Palau, Mikronesia berakhir dengan amat menyakitkan. Saat itu, Melati masih berusia tiga tahun, masih lucu-lucunya. Tapi, sejak saat itu, keterbatasan Melati mulai datang satu per satu. Melati pelan-pelan mulai buta. Seminggu kemudian, melati juga mulai tuli. Belum cukup. Melati juga kehilangan semua pengetahuan yang pernah dipelajarinya selama ini.
Bunda, seorang ibu yang baik, sangat sabar, tidak pernah berhenti berdo’a, berharap keajaiban Tuhan datang. Berbagai cara dilakukan. Tim dokter dari rumah sakit ternama ibu kota pun sudah didatangkan. Tapi, tak ada hasilnya. Kondisi Melati malah memburuk. Setiap hari mengamuk, menggerung. Melempar apa saja di sekitarnya. Pecah. Hingga Bunda yang mulai sakit-sakitan, lelah memikirkan keterbatasan putri semata wayangnya, hampir putus asa.
Sampai suatu ketika, pertolongan itu datang. Janji Allah, bahwa di balik kesulitan itu ada kemudahan, benar-benar datang. Lewat Karang, pemuda yang sangat mencintai anak-anak, yang bisa merasakan sentruman itu, kejaiban itu datang.  Melalui proses yang rumit dan panjang. Pengalaman pahit, meninggalnya 18 anak kecil di lautan luas, mengambang beku, sempat membuat pemuda itu jatuh dalam keterpurukan, terkungkung oleh rasa bersalah. Sampai, cahaya perubahan itu datang kembali. Karang berjanji akan membantu Melati. Melawan keterbatasannya. Menunjukkan pada semua orang bahwa Tuhan itu adil.
Sungguh novel yang mengharukan, diangkat dari kisah nyata, yang membuat hati ini menangis. Novel ini sarat makna, dengan bahasa yang unik, membawa pembaca larut dalam kisah novel, juga ada sisi humornya.
Membaca novel ini, membuat kita semakin bersyukur. Melati dengan keterbatasannya, buta, tuli, bisu, yang seakan terputus dari dunia karena tak ada alat berkomunikasi, harus membayar mahal untuk bisa mendengar, melihatindahnya dunia. Melati terjatuh berkali-kali. Sakit demam. Sampai tubuhnya luka-luka terkena pecahan tembikar. Melati harus melewati proses belajar yang sulit, menyakitkan Tapi, ada kekuatan dalam diri Melati, ada harapan, ada semangat yang membuncah untuk mengetahui segala hal. Sementara kita?
Novel ini juga membuat kita lebih mencintai Allah dan hamba-hamba-Nya. Ada hikmah di balik semua krisis itu. Saat musibah datang mencekik, saat diri terlalu lelah, saat asa seakan sirna, tetaplah berpikir positif kepada-Nya. Berikan usaha yang terbaik. Jauh di atas segalanya, Allah telah merajut yang terbaik untuk hamba-Nya.
Akan lebih menyentuh jika Anda membaca sendiri novel ini. Saya sangat merekomendasikan novel ini untuk dibaca oleh masyarakat luas. Semoga kita akan semakin mengerti hakikat kebahagiaan itu. Dan menjadi hamba yang senantiasa mencintai sesama kerena-Nya.

Senin, 30 Agustus 2010

Dyslexia


Disleksia (dyslexia) adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis.
Kata disleksia berasal dari bahasa Yunani δυς- dys- ("kesulitan untuk") dan λέξις lexis ("huruf" atau "leksikal").
Pada umumnya keterbatasan ini hanya ditujukan pada kesulitan seseorang dalam membaca dan menulis, akan tetapi tidak terbatas dalam perkembangan kemampuan standar yang lain seperti kecerdasan, kemampuan menganalisa dan juga daya sensorik pada indera perasa.
Terminologi disleksia juga digunakan untuk merujuk kepada kehilangan kemampuan membaca pada seseorang dikarenakan akibat kerusakan pada otak. Disleksia pada tipe ini sering disebut sebagai Aleksia. Selain mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis, disleksia juga ditengarai juga mempengaruhi kemampuan berbicara pada beberapa pengidapnya.
Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kiri dan kanan, dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan ke memori pada otak. Hal ini yang sering menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan yang seperti uraian, panjang lebar.
Para peneliti menemukan disfungsi ini disebabkan oleh kondisi dari biokimia otak yang tidak stabil dan juga dalam beberapa hal akibat bawaan keturunan dari orang tua.
Tokoh-tokoh terkenal yang diketahui mempunyai disfungsi disleksia adalah Albert Einstein, Tom Cruise, Orlando Bloom, Whoopi Goldberg, Lee Kuan Yew, Vanessa Amorosi, Leonardo Da Vinci, Thomas Alfa Edison, dan sebagainya.

Every Child is special


Setiap anak itu sebenarnya istimewa. Tinggal bagaimana kita menyikapi anak tersebut. Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda yang membuat mereka istimwema. Setiap anak mempunyai bakat mereka masing-masing yang menjadikan mereka istimewa. Ada yang bilang kepada saya, sesungguhnya orang yang pintar itu terlahir dari orang yang sakit. Contohnya adalah seorang yang terkenal seperti Albert Einstein tapi dia bisa menjadi seorang ilmuan, lalu Leonardo Da Vinci dengan lukisan mona-lisa yang terkenalnya dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa seseorang yang memiliki kelainan atau penyakit itu bisa lebih hebat dari seseorang yang sehat.
 

Alur kisahku Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez